My Life, My Adventure

Masa-masa itu ada di sini...Hidup Q yang berwarna ada di sini...Terima Kasih, Teman...

Memory...

Jumat, 19 Februari 2010

Harta Karun terbesar Q...

Seandainya waktu bisa diajak kompromi...hUFFF...sekedar untuk kembali ke masa-masa penuh tawa dan senyum yang tulus dari kami semua. Tak ada keraguan untuk saling bantu, tertawa, terbahak.. Aku rindu masa-masa indah itu. Tertawa bersama, mengerjakan segala sesuatunya bersama..Ntahlah apa bisa sekarang seperti itu. Sedih sebenarnya menyadari ternyata saat ini semua harus berubah. Kau, aku , KITA...Kalau foto2 itu Q pandang, apakah kalian merindukan hal yang sama??. Rindu akan kebersamaan itu. Miris memang. Q nggak pengen kayak gini. Seandainya nggak ada hal-hal ini, Q rasa kita masih bisa tersenyum lebar sekarang.
Kawan-kawan aku benar-benar merindukan hari-hari itu. Seandainya waktu bisa berhenti, ijinkan aku menghentikannya di saat kita itu...Aku sangat merindukan sosok kalian yang lama. Lebih murni dengan persahabatan dan tawa. Semoga kalian juga mengingat masa itu karena aku menyimpannya sebagai "HARTA KARUN TERBESAR Q"...

MISS U SO MUCH GUYS....

Jumat, 12 Februari 2010

Kapal dan Sekoci

Dulu kami berada dalam sebuah kapal besar. Kapal ini tidak terlalu besar tapi cukuplah untuk menampung semuanya. Menampung segala segala sesuatunya. Mulai dari para penumpangnya sampai semua barang dan harta benda yang menurut kami sama-sama berharga. Orang-orang yang tinggal di kapal ini juga bermacam-macam. Pikiran dan pendapat yang berbeda-beda, tapi kami tetap tinggal bersama. Mencoba tetap bersatu, walaupun banyak halang rintang seklaigus pikiran-pikiran dan kemauan masing-masing penghuninya. Kami tetapb satu.
Suatu kali, tanpa disangka-sangka kapal ini terkena badai. Badai yang cukup ganas. Yang dapat menenggelamkan kapal ini kapan saja. Hanya orang-orang yang berpendirian teguh dan bernai yang mempertahankan kapal ini. Sementara mereka-mereka yang ingin segera keluar dari badai ini, segera berlari menuju sekoci-seckoci yang berada di sisi kapal. Mereka dengan segera menjatuhkan sekoci tersbut dan masuk ke dalamnya , lalu mendayung sekoci itu sejauh dan secepat mungkin. Meninggalkan mereka-mereka yang berjuang mempertahankan kapal tersebut di belakang.
Tapi taukah apa yang terjadi??. Badai tersebut reda. Dan mereka-mereka yang masih tinggal di kapal merasa lega. Walaupun dalam hati mereka, ada rasa marah dan sedih kepada teman-teman mereka yang justru meninggalkan mereka. Sementara para pengecut tadi memasuki zona aman yang lain. Kapal tersbut terus menjauh. Tidak ada yang dapat mereka lakukan. Kapal tersebut akan terus pergi. Jika badai datang lagi mereka berharap tidak akan ada lagi yang pergi meninggalkan mereka hanya demi menikamati zona aman mereka. Mereka selalu berharap, tapi harapan itu juga sia-sia. Ada banyak yang melakuakan hal yang sama dengan mereka-mereka dulu. Berlari meninggalkan masalah mereka. Kapal dan sekoci tidak akan pernah bisa bersatu lagi. Mungkin kapal ini akan karam, dan pada akhirnya semua akan menaiki sekosi masing-masing.
Satu kapal yang memiliki tujuan yang sama pada awalnya, kini harus karam dan tidak akan pernah ada lagi. Mungkin bisa tapi sulit, karena sudah tidak ada tujuan yang sama dari mereka yang di dalamnya...Heeeehhh..Akankah "kapal" kami seperti itu??.. Hilang, karam dan tak berarti???? Aku nggak pengen seperti utu, tapi jika harus terjadi aku pun tak bisa mencegahnya. Jika itu terjadi aku hanya bisa mengucapkan "TERIMA KASIH ATAS PERJALANAN YANG MENYENANGKAN BERSAMA KALIAN, SANGAT DISAYANGKAN MEMANG, TAPI INILAH HIDUP. KITA PUNYA TUJUAN MASING-MASING. SULIT MENYATUKA KEPALA-KEPALA INI. TERIMAKASIH ATAS KENANGAN YANG TAK AKAN TERGANTIKAN"
Semoga sekocimu dan sekociku akan baik-baik saja.



Rabu, 10 Februari 2010

Lagi dan Lagi

Masalah nggak selesai,justru nambah masalah baru. Berkutat sekitar itu juga. Kayak nggak guna semua pembahasan ni. Ntah apa yang ada di pikiran mereka, yang jelas mereka sempat membuat aku tergoyahkan. SEmpat pikiran-pikiran gila tuh masuk dan merayapi sel-sel otak ini. Mengerikan banget deh. Semuanya datang bertubi-tubi. Fuuuuh....ajaibnya aq punya temen yang ternyata berprinsip teguh. SALUT DEH MA LOE SEMUA...
Justru yang sekarang ngebuat aku makin serius ma prinsip ku. Thanks karena ngajarin aku untuk jadi orang yang belajar memegang prinsip yang aku percayai. Apapun resikonya, kita hadapai sama-sama. Sekarang aku tau mana yang "SEJATI" mana yang cuma "MW ENAKNYA" ja. Hidup ni emang pilihan. Dan masing-masing pilihan emang ada resikonya. Yang paling buruk ataupun yang paling baik. Semua harus dihadapi kalo emang kita mau jadi seorang pemenang yang bisa tersenyum di masa depan. Terserah apa kata mereka tentang aku. Aku masih punya teman yang ternyata setia,baik dan care ma aku dalam arti yang sesungguhnya. Kita liat siapa yang akan tersenyum Aku juga ingin kalian tersenyum, karena gimanapun juga, kalian pernah jadi bagain kenangan itu. Tapi,hidup ternyata memperlihatkan segalanya. Siapa aku,bagaimana orang-orang yang benar-benar mengerti aku, menghargai pendapat ku.
Terima kasih atas segala sesuatunya. Mungkin dulu kita bisa sama, tapi kalau emang harus berjalan di dua sisi yang ternyata bersebarangan dan sangat berbeda...apa boleh buat. Hidup memberikan ujian dan pilihan. Semoga ini yang terbaik untukku , kalian dan kita semua. Persahabatan manis itu akan selalu manis diingatan dan di buku diary Q...
Well..lagi dan lagi ternyata harus begini. Q harap ni yang terbaik...